h1

Itung-itungan Pengeluaran Biker

31/05/2010

well,
beberapa hari belakangan ini berita tentang akan di susun nya peraturan yang melarang motor menggunakan bensin bersubsidi alias bensin biasa pertamina.
aturan yang cukup aneh karena di hembuskan pada saat berkembangnya industri otomotif dan termasuk penjualan sepeda motor.
gak perlu panjang lebar dengan aturan ini …
yang pengen gwe tulis di sini hitung-hitungan pengeluaran gwe apabila sepeda motor di larang menggunakan bensin biasa alias menggunakan pertamax dan biaya yang di keluarkan apabila menggunakan Angkot + Bus kota
Gwe Tinggal di daerah Gandul dan kantor d daerah Palmerah
Setiap hari gwe menempuh jarak 45 km pulang pergi. dengan waktu tempuh 45-60 Menit Berangkat dan 40 – 80 menit Pulangnya
rata-rata yang pernah gwe hitung untuk pengunaan bensin Perhari adalah 1 liter, atau gwe biasa mengisi bensin 13 atau 14 ribu per tiga hari

Pengeluaran sekarang :
Harian :
Bensin Subsidi : 4.500,-
Parkir : – ( gwe gak bayar parkir karena sudah di sediakan oleh kantor )
Total Bensin /bln : 135.000,-
Bulanan : Service + ganti Oli = 80.000,-
Total Pengeluaran Sebulan : 135.000,- + 80.000,- = Rp. 215000,-

Pengeluaran Apabila Menggunakan Pertamax :
Bensin Pertamax : 6700,-
Parkir : –
Total Pertaman Perbulan : 201.000,-
Bulanan : Service + ganti Oli = 80.000,-
Total Pengeluaran Sebulan : 201.000 + 80000 = 281000

Pengeluaran Bila Menggunakan Angkutan Umum ( via Lebak Bulus )
Berangkat : ( 15000 )
Ojek Rumah Ke Jalan : 5000
Angkot Gandul – Pdk.Labu : 2000
Angkot Pdk Labu – Lbk Bulus : 2500
Lbk Bulus – Pos Pengumben : 3500
Angkot Pos Pengumben – Palmerah : 2000
Pulang : Dengan jalur sebalik nya dan biaya yang sama
Total Pengeluaran Sehari : 15000 x 2 = 30000
Total Pengeluaran perbulan : 900000
Pengeluaran Apabila Menggunakan Angkutan Umum Blok M : 720000
Waktu tempuh rumah – kantor paling cepat 2 jam begitu juga sebalik nya pada saat pulang kantor

Di lihat dari pengeluaran di atas
Menggunakan Motor baik itu dengan bensin bersubsidi atau Pertamax masih lebih hemat di banding kan menggunakan angkutan umum
faktor lain di sini tidak di hitung seperti lama menunggu angkutan, Berdesak-desakan di dalam angkutan, panas, pengemis atau pengamen
jadi bisa di simpulkan sendiri lah
siapa sih sebenarnya yang salah
Pengguna Sepeda Motor atau Pemerintah yang tidak memberikan fasilitas angkutan yang memadai dengan waktu tempu pendek.

terlihat di sini, kebijakan pemerintah sangat tidak bijak dan sangat tidak populis.
pemerintah hanya melindungi segelintir orang-orang dari golongan menengah ke atas yang notabene sebenar nya mereka yang lebih banyak menggunakan Bensin Bersubsidi, menghabis kan spase jalan raya termasuk juga boros space parkir.
mau bukti ?
Silahkan aja lihat di SPBU …
mobil-mobil mewah kok minum nya premium subsidi sih …
Apa kata pak bambang !!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: